Hidup & Karya

Raden Saleh dilahirkan di Semarang pada tahun 1811 dan besar di rumah pamannya, Raden Adipati Suraadimanggala, bupati Semarang.  Suraadimanggala adalah salah satu orang Jawa yang mendapatkan pendidikan terbaik (dan terkaya) di jamannya dan merupakan salah satu kontributor terpenting bagi buku Sir Stamford Raffles “History of Java”.  Pada tahun 1892, Saleh muda melakukan perjalanan ke Eropa, di mana ia dilatih sebagai pelukis, pertama di Den Haag dan kemudian di Dresden dan Paris.  Di Dresden (dan kemudian Coburg) Saleh menjadi matang, baik secara personal maupun sebagai seniman.  Ia belajar bahasa Jerman dan memiliki hubungan sangat dekat dengan negara tersebut yang kemudian dia nyatakan dalam suratnya kepada temannya Duke Ernst II dari Saxione, Coburg dan Gotha (sepupu dan saudara ipar Ratu Victoria), bahwa ia “telah datang ke Eropa sebagai seorang Jawa, tetapi kembali ke Jawa sebagai seorang Jerman sejati”.   

 Pada tahun 1852, ia kembali ke Hindia Timur Belanda, yang kemudian dikenal sebagai Indonesia.  Sambil mengembangkan hubungan yang akrab dengan elit Jawa dan dianggap setara oleh mereka, hubungannya dengan Belanda adalah ambivalen.  Masyarakat kolonial tidak dapat memberikan pengakuan dan penghargaan yang diinginkannya, dan prasangka rasial sangat sering terjadi.  Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, ia menyadari bahwa ia tidak akan mendapatkan kebahagiaan di Jawa.  Ia berharap kembali ke Jerman dan tinggal di kastil Duke of Coburg and Gotha, di mana ia dapat menikmati tahun-tahun yang tersisa dengan tenang dan terhormat.  Tetapi baik isterinya yang masih muda maupun anak adopsinya tidak tahan terhadap iklim yang keras dan hidup terisolasi di sana.  Pada tahun 1879, mereka sekeluarga memutuskan untuk kembali ke Jawa.  Hanya setahun kemudian, pada 1880, Raden Saleh dan isterinya meninggal di Bogor. 

Lomba mengarang


The Book



Trailer